"Just share" ini merupakan tulisan yang berasal dari sumber lain tanpa adanya editing disana sini, dan sekali lagi tulisan ini merupakan saduran dari ini
Mungkin banyak sekali permasalahan yg ada di dunia ini antara satu manusia dengan manusia lainnya baik itu secara individu maupun secara kelompok. Beberapa waktu lalu saya menemukan suatu artikel dan saya sangat terkesan.
JIKA :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
direpresentasikan dalam angka:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26.
MAKA:
K-N-O-W-L-E-D-G-E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
DAN JIKA :
H-A-R-D-W-O-R-K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
TETAPI :
A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Mungkin hanya sebuah anekdot tetapi benar2 mengusik pikiran saya dan membuat saya tersenyum. Manusia dengan segudang pengetahuan memang memiliki wawasan yang luas dan dikagumi banyak orang sebagai manusia yg cerdas atau pintar ataupun jenius sekalipun. Tetapi knowledge / ilmu pengetahuan didapat dari hard work / kerja keras. Tanpa suatu kerja keras maka mustahil suatu keberhasilan bisa dicapai jika tak mampu melewati rintangan2 yg ada dan membentang. Tetapi ada suatu hal yg terkesan sepele, remeh atau fundamental yaitu masalah "attitude" atau sikap. Banyak generasi muda saat ini melupakan sikap untuk bersopan santun, ramah-tamah, toleransi / tepo seliro atau apalah yg pernah kita pelajari pada PPKN semasa di bangku sekolah dahulu. Sikap menghargai sesama teman, kepada orang yg lebih tua, kepada orang yg lebih muda banyak sekali dilupakan atau bahkan menganggap masa bodoh terhadap masalah tersebut. Mungkin tulisan diatas hanya suatu anekdot, tapi bagi saya kepintaran / kreativitas takkan ada gunanya jika tidak disertai dengan tata krama dan norma yg ada.
Saya pribadi mengakui masih banyak sekali kelemahan saya sebagai manusia, terkadang egoisme yg berlebih membuat saya mementingkan kepentingan individu diatas kepentingan bersama. Kawan mari kita belajar dan berkaca dari apa yg telah kita lakukan selama ini, terimalah kritikan sebagai sesuatu yg membangun, intropeksi benar2 apa yg telah dilontarkan oleh orang2 di sekitar kita. Buat itu semua sebagai tanda bahwa mereka sayang dengan kita dan semoga kita semua bisa menjadi manusia yg bisa saling menghargai baik dalam berperilaku dimana saja maupun dalam berucap kapan saja.
Satu tambahan yg membuat kita mendapatkan lebih dari 100% :
L-O-V-E-O-F-G-O-D
12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%
Jangan kita lupakan cinta kita kepada Tuhan akan membuat kita mendapatkan 101%..:)
Kerja keras demi suatu pengetahuan akan membuat kita menjadi manusia yg berwawasan luas, dengan sikap yg baik kepada orang di sekitar kita akan membuat kita mengerti apa itu saling menghargai, mencintai Tuhan kita akan membuat kita berada pada posisi manusia yg diberkahi dalam pengetahuan, kerja keras, dan bersikap pada makhluk di sekitar kita..-amin-
SOK TAU.Itulah kata yang mungkin dipikiran kalian yang mungkin membaca tulisan yang hanya copy paste dari note facebook teman yang saya sendiri berterima kasih telah di share tentang note ini. Meski note tersebut juga hasil saduran dari sebuah web ini

Sabda Rasulullah saw :
“ Sungguh ummatku digelari di hari kiamat sebagai cahaya yang terang benderang, dari bekas wudhunya, maka barangsiapa yang mampu diantara kalian untuk memperluas bagian (yang disentuh air) pada anggota wudhunya , maka lakukanlah” (Shahih Bukhari)
Maksud dari hadits ini adalah memperbanyak wudhu. Dan para ulama’ kita di dalam mazhab As Syafi’i diantaranya Al Imam An Nawawi Al Imam Ar Raafi’i dan lainnya mengatakan, yang di maksud adalah anggota wudhu itu kita lebihkan yang di sentuh air . Jadi kalau wajah sudah jelas anggota wudhu dan batasnya dari telinga kiri ke telinga kanan dari ujung dahi teratas sampai ujung dagu, itu batas yang wajib terkena air dalam berwudhu. Kalau mau mendapatkan Ghurran Muhajjalin ( cahaya yang terang benderang ), maka membasuhnya diperluas ke kanan kiri dan atas bawah hingga sampai ke leher, jadi bukan hanya batas wajib saja yang terkena air wudhu.Kalau membasuh tangan disunnahkan untuk melebihkannya sampai tengah-tengah ‘adhud (di antara siku dan tulang punggung, di atas siku) bukan di siku karena kalau sampai di siku itu adalah batas wajib.
Jadi agar mendapatkan ghurran muhajjalin, maka basuhlah tangan sampai ke atas siku. Adapun kaki, maka membasuhnya dilebihkan sedikit di atas mata kaki. Jadi kalau berwudhu jangan dipaskan di batasan yang wajib saja, tapi lebihkan sedikit. Demikian pula rambut jangan di hanya yang fardhu saja, untuk rambut meskipun yang dikenai air hanya beberapa helai saja itupun sudah sah wudhunya, tapi sunnah kesemuanya untuk mendapatkan Ghurran muhajjalin. Maka kita akan dibanggakan oleh Nabi kelak di hari kiamat.
Demikian sabda Rasulullah SAW yang tiada lain Rasul ingin kita bercahaya, Rasul SAW ingin kita terang benderang, Rasul ingin kita indah, tampan dan cantik di hari kiamat karena bekas air wudhu, Ghurran Muhajjalin di hari kiamat. Ghurran itu adalah salah satu bintang seperti najm, bintang yang berpijar. Muhajjalin itu berpijar dengan cahaya yang terang benderang. Indahnya Sang Nabi memberi tahu perhiasan yang memperindah wajah kita di hari kiamat yaitu dengan memperbanyak wudhu , dan wudhu itu menghapus dosa.Demikianlah tuntunan Nabi SAW yang selalu menginginkan kita pada sesuatu yang paling mulia, pada hal-hal yang paling indah.
Semoga aku dan kalian di hari kiamat berkumpul dengan golongan “ Ghurran Muhajjalin” wajah yang terang benderang karena bekas air wudhu kita. Dan semoga hadits yang kita baca ini membawa keberkahan bagi kita, karena hadits ini sangat musalsal dari guru ke guru hingga kepada Rasulullah SAW. Semoga kita di dalam kemuliaan Ghurran Muhajjalin di yaumul qiyamah dan juga di dunia kita terang benderang dengan cahaya wudhu’ kita, Amiin.
Tausiyah: Habib Munzir Almusawa
Monday, 09 November 2009

Sabda Rasulullah saw :
“ Sungguh ummatku digelari di hari kiamat sebagai cahaya yang terang benderang, dari bekas wudhunya, maka barangsiapa yang mampu diantara kalian untuk memperluas bagian (yang disentuh air) pada anggota wudhunya , maka lakukanlah” (Shahih Bukhari)
Maksud dari hadits ini adalah memperbanyak wudhu. Dan para ulama’ kita di dalam mazhab As Syafi’i diantaranya Al Imam An Nawawi Al Imam Ar Raafi’i dan lainnya mengatakan, yang di maksud adalah anggota wudhu itu kita lebihkan yang di sentuh air . Jadi kalau wajah sudah jelas anggota wudhu dan batasnya dari telinga kiri ke telinga kanan dari ujung dahi teratas sampai ujung dagu, itu batas yang wajib terkena air dalam berwudhu. Kalau mau mendapatkan Ghurran Muhajjalin ( cahaya yang terang benderang ), maka membasuhnya diperluas ke kanan kiri dan atas bawah hingga sampai ke leher, jadi bukan hanya batas wajib saja yang terkena air wudhu.Kalau membasuh tangan disunnahkan untuk melebihkannya sampai tengah-tengah ‘adhud (di antara siku dan tulang punggung, di atas siku) bukan di siku karena kalau sampai di siku itu adalah batas wajib.
Jadi agar mendapatkan ghurran muhajjalin, maka basuhlah tangan sampai ke atas siku. Adapun kaki, maka membasuhnya dilebihkan sedikit di atas mata kaki. Jadi kalau berwudhu jangan dipaskan di batasan yang wajib saja, tapi lebihkan sedikit. Demikian pula rambut jangan di hanya yang fardhu saja, untuk rambut meskipun yang dikenai air hanya beberapa helai saja itupun sudah sah wudhunya, tapi sunnah kesemuanya untuk mendapatkan Ghurran muhajjalin. Maka kita akan dibanggakan oleh Nabi kelak di hari kiamat.
Demikian sabda Rasulullah SAW yang tiada lain Rasul ingin kita bercahaya, Rasul SAW ingin kita terang benderang, Rasul ingin kita indah, tampan dan cantik di hari kiamat karena bekas air wudhu, Ghurran Muhajjalin di hari kiamat. Ghurran itu adalah salah satu bintang seperti najm, bintang yang berpijar. Muhajjalin itu berpijar dengan cahaya yang terang benderang. Indahnya Sang Nabi memberi tahu perhiasan yang memperindah wajah kita di hari kiamat yaitu dengan memperbanyak wudhu , dan wudhu itu menghapus dosa.Demikianlah tuntunan Nabi SAW yang selalu menginginkan kita pada sesuatu yang paling mulia, pada hal-hal yang paling indah.
Semoga aku dan kalian di hari kiamat berkumpul dengan golongan “ Ghurran Muhajjalin” wajah yang terang benderang karena bekas air wudhu kita. Dan semoga hadits yang kita baca ini membawa keberkahan bagi kita, karena hadits ini sangat musalsal dari guru ke guru hingga kepada Rasulullah SAW. Semoga kita di dalam kemuliaan Ghurran Muhajjalin di yaumul qiyamah dan juga di dunia kita terang benderang dengan cahaya wudhu’ kita, Amiin.
Tausiyah: Habib Munzir Almusawa
Monday, 09 November 2009
"Selamat kamu memiliki kriteria yang kami cari, selamat bergabung di perusahan asing ini"
"Terima Kasih pak (dengan tersenyum sangat lebar dan berkata dalam hati terimakasih Ya Allah, salah satu mimpiku akhirnya tercoret juga dalam list-ku, terima kasih bapak, ibu dan keluarga yang telah mendukung dan berdoa..)"
setelah diberi pengarahan tentang job desk yang harus saya kerjakan selama menjadi seorang karyawan di perusahaan asing tersebut, saya pulang ke kos. Sesampainya di kos saya langsung telepon bapak..
"Assalamualaikum pak.."
"Waalaikumussalam fam..gimana hasil wawancaranya?"
"Alhamdulillah fahmi keterima pak"
"Alhamdulillah..terus kapan mulai kerja?"
"Mulai besok udah training, dan senin depan sudah mulai hari kerja, ibu ada pak"
di ujung telepon sana terdengan ayah sedang memanggil ibu yang sedang mandi sore,
"Ibu masih mandi, nanti aja telepon lagi, y wes tutup dulu aja, nanti pulsanya mahal, selamat ya.."
"iya pak, Assalamualakum"
"Wa'alaikumussalam"
Di hari pertama aku kerja, di tengah kesibukan bekerja, tiba - tiba handphone bergetar, ku lihat nama yang tertera di layar HP, Bapak menelpon..
kuangkat telepon untuk memulai pembicaraan..
"halo Assalamualakum"
"Wa'alaikumussalam"
"Ada apa pak, tumben telpon"
"ga ada, cuman pengen telpon, gimana kerjanya? enak? ngapain aja?"
"hehe banyak banget pak pertanyaane, alhamdulillah kerjanya enak, kerjanya cuman monitoring frekuensi"
"kerja apa itu?"
dengan sedikit menguraikan jobdesk yang aku kerjakan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh bapakku..
"hmm ya gimana ya,pokoknya mengawasi kinerja tower pak.."
entahlah sejak itu yang diketahui bapak, kerja q adalah seorang teknisi tower, padahal tidak itu saja job desk yang kukerjakan, biarlah pemahaman itu melekat pada bapakku.. :)
*semakin rindu denganmu pak... :(
"y wes kerja yang rajin ya.."
"iya pak"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
sejak itu hampir setiap minggu bapak selalu telpon ke aku, menanyakan sekarang dimana?, dikantor atau di lapangan?
Dari sana aku melihat bahwa bapak begitu senang aku, anak pertamanya sudah bisa bekerja sebelum wisuda...
Dalam hati aku bersyukur kepada Allah jika memang bapak bahagia dengan apa yang telah aku capai, meski keinginan untuk membahagiakan beliau lagi untuk memberangkatkan haji harus berakhir sejak beliau meninggalkan aku, ibu dan adik - adikku..
Setelah waktu mudik tiba, akupun pulang ke rumah, dan kulihat kaki bapak sedang diperban, aku bertanya pada ibu, dan ibu menjawab bahwa bapak sakit karena kuku kakinya dicopoti sendiri, dan karena bapak memiliki penyakit diabetes, maka luka itu susah keringnya..
Hari raya Idul Fitri tiba, bapak sudah terlihat membuka sedikit perban yang ada dalam kakinya, tapi itu tidak berlangsung lama. Sore harinya bapak merasa badannya mulai tidak enak. Dan akhirnya bapak semalaman hanya berbaring di kamar tidur.
Keesokan harinya, sesuai tradisi keluarga, di hari kedua lebaran, kai sekeluarga biasa berkunjung untuk bersilaturahmi ke rumah saudara di desa. Bapak sudah terlihat segar pagi itu, dan beliau pun mengajak saya untuk bersilaturahmi ke kumah keluarga yang di desa, dan menyuruh saya cepat mandi, karena ditakutkan terlalu siang untuk berangkatnya.
Entah kenapa selesainya aku mandi, ibu bicara padaku bahwa bapak, tidak bisa ikut, karena badanya demam kembali. Padahal paginya bapak begitu terlihat segar dan sempat untuk membersihkan halaman rumah dan menyiram bunga - bunga.
jadi pada hari itu untuk yang pertama kali dan ternyata untuk yang terakhir kalinya, saya dan keluarga bersilaturahmi ke keluarga yang ada di desa tidak bersama bapak..
Tak terasa waktu cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pun tiba. Aku harus kembali ke surabaya untuk melanjutkan kerjaku. Dari sini perasaanku mulai gak enak, sejak hari kedua lebaran bapak hanya bisa berbaring di tempat tidur, sampai aku balik ke surabaya pun bapak masih kurang sehat. Entahlah waktu berangkat tak terasa air mata menetes.jujur aku berusaha menutupinya dengan slayer yang ku pakai. Dalam perjalanan aku berjanji akan menggunakan gajiku untuk membeli alat pengukur gula darah pribadi, aku hanya ingin bapak terus mengontrol gula darahnya rutin, sehingga beliau bisa menjaga pola makanannya. Karena menurut ibu dan saudara - saudara, bapak sangat "nakal" dengan pola makanannya. Belum sehari aku berada di surabaya, siang hari aku diberi kabar oleh adikku bahwa bapak harus di infus untuk membantu pola makannya.KAGET.GAK PERCAYA. yah itu kata yang cocok buat gambarin perasaanku. Baru kemarin malam aku melihat bapak (meski kondisi kurang sehat) baik - baik saja, dalam artian sakit yang diderita tidak perlu diinfus. Tidak lama aku langsung telepon bapak.
Dari percakapan tersebut, bapak seperti ingin menyembunyikan keadaanya. Beliau tidak ingin aku terlalu khawatir akan keadaan beliau dan mengganggu konsentrasi kerjaku. Aku menyadari akan hal itu. Akhirnya dengan sedikit tertawa (untuk menghilangkan nada kekhawatiranku) aku hanya bisa bertanya.
"kog bisa sampai di infus pak??"
"gak tuh bu darman (perawat yang merawat bapak di rumah), katanya harus di infus, bapak ikut aja."
Di saat seperti itu bapak masih sempat menanyakan bagaimana kabarku, bagaimana kerjaku, dan lain-lain.seperti yang beliau rutin tanyakan seminggu sekali ketika aku baru bekerja. Dan aku pun hanya bisa menjawab dengan jawaban yang sama pula. Akhirnya aku akhiri percakapan itu, aku tidak mau air mata ini meleleh lagi. Di kantor pula..Ah cengeng sekali aku ini.
setelah 4 hari bekerja di surabaya, aku pulang lagi ke Banyuwangi, karena ada sepupu yang menikah. idak sabar aku sampai ke rumah. Ingin melihat kondisi bapak yang sehari sebelumnya infusnya sudah dilepas dari tangan beliau. Ketika aku datang aku menjumpai bapak sedang tidur di kamarnya, ingin rasanya mencium tangannya tapi aku tak ingin juga membangunkan tidurnya. Kulihat kondisinya begitu lemah. Kulihat di kamar itu begitu banyak sisa botol cairan infus, dan aromanya pun sungguh seperti aroma rumah sakit, yang diliputi dengan bau obat.
Belum lama aku berada di rumah, siangnya bapak harus diinfus lagi untuk menormalkan kondisi tubuhnya, karena bapak ingin besok yang merupakan hari pernikahan sepupuku, beliau bisa hadir dan menyaksikan langsung. Saat pemasangan infus, aku disuruh untuk membantu memasangnya dengan mengangkat botol infus. Jarum infus belum sampai menusuk tangan bapak, aku sudah mulai merasa mual akan bau obat. Dan aku melimpahkan tugasku ke adikku, dan aku pun keluar dari kamar tersebut. Selain infus bapak juga sudah beberapa hari ini tidak bisa berjalan normal, karena luka di kakinya semakin membesar. Dan muncullah ide untuk membantu bapak berjalan dengan tongkat berjalan. Setelah didapatkan tongkatnya. sejak itu bapak berjalan dengan bantuan tongkat. Dan pada hari pernikahan dan resepsi sepupuku pun ayah masih menggunakan tongkatnya, dan juga sandal hotel yang telah digunting di bagian atasnya agar kaki beliau bisa masuk ke sandal tersebut. Sandal hotel dipilih karena ringan dan mudah untuk dimodifikasi.
Keesokan harinya, tepatnya hari senin bapak sudah terlihat sangat segar sekali. Bapak pun ikut menghitung "uang sawer" dari pernikahan sepupuku. Bahkan beliau juga sudah mengeluarkan guyonan - guyonan khasnya pada saudara-saudara yang lain. Aku senang sekali bapak sudah kembali sehat dan segar. Mungkin hanya butuh menunggu luka di kakinya kering supaya beliau bisa berjalan normal kembali. Begitu pikirku. Aku pun memutuskan untuk pulang malam harinya pada hari itu.
(bersambung)...
Your love is like a river
Peaceful and deep
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
bukan bermaksud untuk menulis sesuatu yang melow hari ini, tapi entah mengapa perasaan seorang ibu begitu kuat terhadap anaknya. Sesuai dengan lirik dari N SYNC berikut "you've changed my world with just one kiss", memang benar seorang ibu, meski hanya dengan smsnya dapat merubah semangat seorang putranya.
Berawal dari kemarin malam ketika saya sedang mengerjakan tugas akhir saya, entah mengapa saya sangat rindu sekali dengan ibu saya, disaat malam itu saya sedang mengerjakan tugas akhir saya dengan mengolah data. Seketika saya terbesit untuk menulis status facebook..
Your love is like a river, Peaceful and deep
Your soul is like a secret, That I never could keep
When I look into your eyes, I know that it's true
God must have spent A little more time On you...
* telinga -> backsound N SYNC, mata -> layar microsoft excell dgn angka2nya, jari -> keyboard, n pikiran -> rumah (baca ibu)
Itulah status Facebook q malam itu, disambi dengan melihat pertandingan perdana Piala Dunia, Tuan rumah Afrika Selatan vs Meksiko, saya mainkan keyboard dan mouse ini untuk mengolah data. Satu jam setelah pertandingan berakhir, Alhamdulillah pekerjaan saya pun selesai juga. Saya pun beranjak tidur. alarm sudah diset jam 02.30 am, berniat untuk sholat malam, dan malam itupun ditutup dengan sleeping handsome :D
Entah apa yang menyumba di telinga ini, hingga suara alarm dari handphone saya, tidak terdengar sama sekali. Dan ketika bangun tidur, saya melihat jam pada handphone, Astagfirullah jam menunjukkan pukul 06.15 am, berarti saya telah bangun kesiangan. Segera saya bangun dan mengambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat subuh (entahlah itu sholat subuh atau sudah dhuha).
Akhirnya rencana yang tersusun kemarin malam untuk sholat malam, nyuci pakaian dan olah raga pun sirna.. OK, sampai disini saya melanjutkan kegiatan pagi itu dengan menonoton televisi, dan parahnya acara pagi itu dipenuhi dengan berita "film indie yang diproduksi oleh ariel". Segera saya tinggalkan menonton televisi, menuju ke kamar untuk menhidupkan laptop dan melakukan tugas rutin yaitu membuka Facebook dengan diiringi oleh lagu God Must Have spent Little More Time On You milik N SYNC. Dari sini pun saya tidak tahu, mengapa tiba - tiba, memaikan lagu itu pada playlist saya. apakah rasa rindu akan ibu masih terasa sampai pagi ini, saya tidak tahu.
Ditengah kebosanan saya membuka facebook dan "Berselancar", saya memutuskan untuk merebahkan tubuh sejenak, hari ini saya terasa sangat malas dan lemes untuk melakukan aktivitas. Bener kata teman saya, waktu luang memang dapat membunuh kreatifitas seseorang. Belum lama saya berbaring, Handphone saya berbunyi tanda ada SMS masuk. Saya menerima sebuah pesan berisi :
Dengan cepat saya tahu bahwa SMS itu dari ibu saya, yang membuat saya kaget adalah isi sms itu, bagaimana ibu saya mempunyai perasaan yang benar, ketika hari ini saya bangun kesiangan dan rencana olah raga batal karena bangun kesiangan. Seketika itu juga saya berfikir bahwa perasaan dan firasat seorang ibu benar. Ketika anaknya bangun kesiangan, tidak sempat olah raga dan masih tetap disibukkan dengan Tugas Akhirnya, seorang ibu dapat merasakan itu semua, dan untuk memastikan bahwa perasaannya benar, beliau mengirimkan sms untuk tahu keadaan sebenarnya.
Sms itu tidak saya balas dengan segera karena saya masih terheran - heran akan firasat beliau, dan juga memikirkan jawaban yang baik dan jujur tapi tidak membuat beliau kecewa. Dan Akhirnya sms itupun saya balas.
Ya Allah sekita itu juga saya merasakan tanggung jawab yang sangat besar pada ibu saya. Ya, saya harus bisa membuat ibu saya bangga pada saya, dan saya harus bisa membahagiakannya. Itu janji saya ..!!
Semoga apa yang kulakukan saat ini nantinya dapat membuat ibu, bapak, keluarga dan orang - orang yang saya sayangi tersenyum bahagia dan bangga..Amin Ya Rabb..
Peaceful and deep
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...
bukan bermaksud untuk menulis sesuatu yang melow hari ini, tapi entah mengapa perasaan seorang ibu begitu kuat terhadap anaknya. Sesuai dengan lirik dari N SYNC berikut "you've changed my world with just one kiss", memang benar seorang ibu, meski hanya dengan smsnya dapat merubah semangat seorang putranya.
Berawal dari kemarin malam ketika saya sedang mengerjakan tugas akhir saya, entah mengapa saya sangat rindu sekali dengan ibu saya, disaat malam itu saya sedang mengerjakan tugas akhir saya dengan mengolah data. Seketika saya terbesit untuk menulis status facebook..
Your love is like a river, Peaceful and deep
Your soul is like a secret, That I never could keep
When I look into your eyes, I know that it's true
God must have spent A little more time On you...
* telinga -> backsound N SYNC, mata -> layar microsoft excell dgn angka2nya, jari -> keyboard, n pikiran -> rumah (baca ibu)
Itulah status Facebook q malam itu, disambi dengan melihat pertandingan perdana Piala Dunia, Tuan rumah Afrika Selatan vs Meksiko, saya mainkan keyboard dan mouse ini untuk mengolah data. Satu jam setelah pertandingan berakhir, Alhamdulillah pekerjaan saya pun selesai juga. Saya pun beranjak tidur. alarm sudah diset jam 02.30 am, berniat untuk sholat malam, dan malam itupun ditutup dengan sleeping handsome :D
Entah apa yang menyumba di telinga ini, hingga suara alarm dari handphone saya, tidak terdengar sama sekali. Dan ketika bangun tidur, saya melihat jam pada handphone, Astagfirullah jam menunjukkan pukul 06.15 am, berarti saya telah bangun kesiangan. Segera saya bangun dan mengambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat subuh (entahlah itu sholat subuh atau sudah dhuha).
Akhirnya rencana yang tersusun kemarin malam untuk sholat malam, nyuci pakaian dan olah raga pun sirna.. OK, sampai disini saya melanjutkan kegiatan pagi itu dengan menonoton televisi, dan parahnya acara pagi itu dipenuhi dengan berita "film indie yang diproduksi oleh ariel". Segera saya tinggalkan menonton televisi, menuju ke kamar untuk menhidupkan laptop dan melakukan tugas rutin yaitu membuka Facebook dengan diiringi oleh lagu God Must Have spent Little More Time On You milik N SYNC. Dari sini pun saya tidak tahu, mengapa tiba - tiba, memaikan lagu itu pada playlist saya. apakah rasa rindu akan ibu masih terasa sampai pagi ini, saya tidak tahu.
Ditengah kebosanan saya membuka facebook dan "Berselancar", saya memutuskan untuk merebahkan tubuh sejenak, hari ini saya terasa sangat malas dan lemes untuk melakukan aktivitas. Bener kata teman saya, waktu luang memang dapat membunuh kreatifitas seseorang. Belum lama saya berbaring, Handphone saya berbunyi tanda ada SMS masuk. Saya menerima sebuah pesan berisi :
Ass.wr.wb. mz sih tdr pa gi jln pgi, tp bngnx g k siangn kn n shlt sbhx jg,mnum air ptih yg bxk biar gnjalx g skt.olrg gih biar sht trz TAx dh klar n g da rvisi lg.
Dengan cepat saya tahu bahwa SMS itu dari ibu saya, yang membuat saya kaget adalah isi sms itu, bagaimana ibu saya mempunyai perasaan yang benar, ketika hari ini saya bangun kesiangan dan rencana olah raga batal karena bangun kesiangan. Seketika itu juga saya berfikir bahwa perasaan dan firasat seorang ibu benar. Ketika anaknya bangun kesiangan, tidak sempat olah raga dan masih tetap disibukkan dengan Tugas Akhirnya, seorang ibu dapat merasakan itu semua, dan untuk memastikan bahwa perasaannya benar, beliau mengirimkan sms untuk tahu keadaan sebenarnya.
Sms itu tidak saya balas dengan segera karena saya masih terheran - heran akan firasat beliau, dan juga memikirkan jawaban yang baik dan jujur tapi tidak membuat beliau kecewa. Dan Akhirnya sms itupun saya balas.
Wa'alaikumussalam bu, ni d dpn laptop, mw ngrjain bku TA, tp msh g mood..iy td bgun agk ksiangan jm 6, cz kmrn tdurx mlam..TAx msh proses ngukur, analisa n bwt bku..
Ya Allah sekita itu juga saya merasakan tanggung jawab yang sangat besar pada ibu saya. Ya, saya harus bisa membuat ibu saya bangga pada saya, dan saya harus bisa membahagiakannya. Itu janji saya ..!!
Semoga apa yang kulakukan saat ini nantinya dapat membuat ibu, bapak, keluarga dan orang - orang yang saya sayangi tersenyum bahagia dan bangga..Amin Ya Rabb..
Subscribe to:
Posts (Atom)
